Jumat, 10 Januari 2014

SPOILER PIC SMILE YOU EPISODE 2 Part 4


SPOILER PIC
SMILE YOU
EPISODE 2
Part 4

Cinta Pertama Hyun Soo!
Beberapa menit kemudian, Jung In menjadi mabuk karena sudah menghabiskan beberapa botol Soju seorang diri. Hyun Soo sendiri sedang menasehati Jung In.
Hyun Soo : Cinta? Tentu saja itu penting.Pernikahan? Itu tidak begitu penting.Bukan apa-apa saat ini telah menikah.
Jung In mabuk : Kau benar. Semuanya Oppa mengatakan yang benar.
Hyun Soo : Benar. Semua yang aku katakan adalah benar,jadi mari kita pulang.
Hyun Soo akan membawa Jung In pulang tapi Jung In menolaknya.
Jung In : Tunggu sebentar ... sebentar ...
Hyun Soo :Apa sekarang?
Jung In : Hyun Soo Oppa. Sebagai seorang pria, katakan padaku,itu semuanya untukku, bukan?Seo Jung sekarang dicoret.
Hyun Soo : Hei, berapa kali saya harus memberitahu padamu?Di hari dan usia ini, telah menikah tidaklah cacat!
Jung In : Benar!Tapi aku sangat dipermalukan.Semua orang yang menghadiri pernikahanku, aku berharap mereka akan mendapatkan amnesia.Oppa, apakah kamu tahu bahwa Han Se mengatakan ia akan mati jika saya tidak disisinya.Seseorang yang mengatakan ia akan mati tanpa aku,mencampakkan aku, karena perusahaan ayahku bangkrut.Oleh karena itu, siapa yang akan menikah denganku sekarang?
Hyun Soo: Apa yang kamu bicarakan? Kau tangkapan besar.Jika kamu ingin,tidak ada alasan dirimu tidak bisa lagi.
Jung In : Benarkah?
Hyun Soo lebih tegas : Ya, benar. Jadi mari kita sekarang benar-benar pulang. 
Jung In :Kemudian, bisa kau menikah denganku?
Hyun Soo yang akan mengangkat Jung In agar berdiri dan mau pulang pun kaget mendengar kata-kata Jung In. Hyun Soo yang kaget langsung melepaskan tangan Jung In.
Jung In menangis : Lihat itu? Bahkan seorang pecundang seperti kamu tidak menginginkan diriku! Aku sudah berakhir! Ini semua berakhir bagi saya.
Hyun Soo malu-malu : Tidak, bukan begitu. Aku telah memiliki seseorang yang aku sayangi.
Jung In : Kau berbohong.
Hyun Soo : Kenapa aku bohong padamu? Ini adalah kebenaran.Sudah delapan tahun sekarang.
Jung In berteriak kaget: Delapan tahun!
Hyun Soo malu : Jangan keras-keras!
Karena Hyun Soo terdiam yang membuat Jung In penasaran, Jung In merajuk manja.
Jung In : Siapa dia yang sudah kamu mencintai selama delapan tahun?Siapa dia?
Hyun Soo : Oke, oke, oke.Aku akan memberitahumu, saya akan memberitahumu.
Hyun Soo mulai bercerita.
Hyun Soo : Aku memanggilnya Beatrice, Odette, Hippocrates, Monad.
Jung In : Be…Be… apa?
Hyun Soo :Jika kamu tidak tahu, hanya mendengarkan! Seolah-olah oleh nasib, ia ada di mana-mana aku pergi.
Jung In : Bukan karena kamu sedang membuntutinya?
Hyun Soo terlihat kesal : Stt….
Ada Seorang wanita mungkin bertanya tentang kedatangan Hyun Soo ke sana. Hyun Soo pun menjawab sambil menatap Jung Kyung dan berteriak keras.
Hyun Soo berteriak keras : Aku datang untuk relawan untuk melayani!
Jung Kyun menoleh dan menatapnya. Dilihat Jung Kyung, Hyun Soo senyum lebar.
Si wanita : Silakan lewat sini!
Hyun Soo melambaikan tangan pada Jung Kyung yang hanya menatapnya bingung karena tidak kenal Hyun Soo dan kembali fokus pada bukunya…yang membuat Hyun Soo tampak desikit kecewa.
Hyun Soo :Oh, kecantikan yang mematikan!
Hyun Soo : Kami melakukan pekerjaan sukarela bersama-sama untuk desa.Meskipun kami diberi tugas yang berbeda, mataku melihat setiap gerakannya.Dia adalah Beatrice, cinta Hippocrates yang hidup!
Jung In : aku tahu siapa itu! "Kenalilah dirimu sendiri", itu orang yang mengatakan itu, benar kan?
Hyun Soo: Ini adalah orang dari desa yang sama.
Hyun Soo melihat ada seseorang yang kakinya terluka diobati oleh Jung Kyung.
Teman yang terluka : Tahan itu. Tahan sedikit lebih lama. Hanya sedikit lebih lama.
Laki-laki itu berteriak kesakitan.
Hyun Soo mahasiswa : Betapa beruntungnya dia.
Hyun Soo : Orang yang menerima perawatannya mungkin menyelamatkan dunia. Aku ingin terluka. Aku perlu sakit!  Jadi aku membuat keputusan di sana dan kemudian, meletakkan hidup saya di jalan itu.Bahkan langit berada dipihakku. Tidak ada angin hari itu, dan terik matahari tentunya bisa membakar ladang itu.Dan matahari yang berkata kepadaku,"Mari kita pergi untuk itu, Hyun Soo!" 
Jung In :Jadi kamu pingsan?
Hyun Soo : Ya.
Hyun Soo yang pingsan karena kepanasan dibawa oleh kedua temannya ke tempat jung Kyung bekerja.
Teman Hyun Soo : Hyun Soo! Hyun Soo! Anak itu ...Hyun Soo!
Jung Kyun : Apa yang terjadi, Sunbae?
Temannya menceritakan pada Jung Kyung kronologi kejadiannya.
Hyun Soo : Bahkan di tengah-tengah semua kekacauan itu, aku mendengar suaranya dengan jelas.Dan, dia melakukan segala sesuatu yang dia bisa untuk menyelamatkan hidupku.
Jung In : Dia melakukan mulut ke mulut “resusitasi” pada dirimu?
Hyun Soo : Tidak! Tampaknya ada pilihan lain.
Hyun Soo yang sadar melihat jika bukan Jung Kyung yang melakukan pernafasan buatan padanya, tetapi teman dokter pria Jung Kyung. Hyun Soo buru-buru bangun dan lari terbirit-birit.
Teman Hyun Soo bingung dan berteriak : Hei, Hyun Soo ...
Tertulis spanduk : Organisasi Relawan Universitas Seo Han.
Jung Kyung duduk disamping dua orang laki-laki. Mereka melakukan “Cheers” minum dan makan bersama-sama.
Hyyun Soo :Pada hari terakhir, aku tahu aku harus ambil kesempatan.Namun, selain makhluk kupu-kupu yang mendarat di bunga yang indah.Bahkan horseflies mendarat di atasnya, tidak tahu itu terlarang bagi mereka.
Jung In : Itu sesuatu yang aku tahu semua juga baik.
Hyun Soo terlihat cemburu melihatnya. Lalu ada sepotong daging di depannya,ternyata itu teman dokter Jung Kyung yang tadi melakukan nafas buatan padanya,hyun Soo menyingkirkan tangannya.
Hyun Soo : aku butuh pemukul lalat mengusir horseflies. Pemukul adalah keberanianku!
Hyun Soo yang mabuk berdiri sambil memegang teko.
Hyun Soo mahasiswa : Seo Jung Kyung!Beatrice-ku!Aku peduli padamu.Mari kita bersama-sama! Terima minuman ini dariku.
Hyun Soo yang mabuk menuangkan minuman dan berjalan ke arah Jung Kyung. Cuma sayang Hyun Soo terjatuh dan minuman itu mengenai pakaian Jung Kyung.
Teman Jung Kyung marah : Hei, kamu!
Hyun Soo kaget dan buru-buru mendekati Jung Kyung yang membersihkan bajunya yang basah dan kotor.
Hyun Soo mahasiswa :Apakah kamu baik-baik saja?
Jung Kyung : tidak. Tidak!
Jung Kyun yang marah dan malu menampar pipi Hyun Soo sebelum pergi dengan marah. Semua teman-temannya berkata itu pasti sakit. Sedangkan laki-laki yang memberinya nafas buatan terlihat kecewa dan pergi karena sedih dan patah hati.

LANJUT KE PART 5

SPOILER PIC SMILE YOU EPISODE 2 Part 3


SPOILER PIC
SMILE YOU
EPISODE 2
Part 3

Kau Keras Kepala!
Hyun Soo :Aku hanya lewat, dan mendengar beberapa kebisingan.
Hyun Soo pergi dengan membawa jirigen bensin itu.
Jung In : Ibu, Han SE di rumah Han Se, bukan?
Ibu Han SE : Kamu benar-benar berkulit tebal.Pergi dan beritahu keluarga kamu.Kami akan melaporkan kamu, ayah kamu, kalian semua.Itu tidak cukup untuk kamu dihancurkan? Kau, anak kurang ajar menjalani pernikahan ini untuk merusak keluarga kami juga?
Jung In : Aku benar-benar tidak tahu tentang perusahaan ayahku. Itu kebenarannya.
Ibu Han Se : Oke, katakanlah kamua tidak tahu.Sekarang yang kamu lakukan, mengapa kamu tidak meninggalkan Han Se sendirian saja?Apakah ayahmu menyuruhmu melakukan ini?Jika kamu berpikir untuk menggunakan wajah cantik kamu untuk memperbaiki hidup kamu yang naas,tingggalkan Han Se kami saja, dan mencoba anak laki-laki di level kamu sendiri! Beraninya kau pikir kamu dapat menggunakan Han Se! Kamu berpura-pura tidak bersalah dan merusak hidupnya. Bukankah itu cukup? Bukankah kalian punya hati nurani?Jika kamu mencoba untuk menghubungi Han Se lagi,kamu akan tahu konsekuensi. Paham?
Jung In berkaca-kaca : Siapa yang hidupnya hancur? Itu Han Se yang meminta aku untuk menikah dengannya, bilang padaku dia mencintaiku, bilang padaku dia akan membuatku wanita paling bahagia di planet ini.Dia bahkan membuat janji,dan dicap stempel di atasnya. Kemudian dia meninggalkan aku di sisi jalan.Bahkan kamu, bukankah kamu mengatakan kamu menyukai, memujiku? Dan kamu memintaku untuk menjadi menantu kamu. Apakah mereka semua kebohongan?Kau bilang padaku kau menyukaiku karena uang keluargaku?
Ibu Han SE : Oh my, mendengarkan anak ini ...
Jung In : Apa masalah keuangan perusahaan ayahku harus dilakukan padaku?Jika kita menikah karena kami saling mencintai, apakah terjadi penipuan? Para pembohong adalah Han Se dan keluarga kamu, bukan kami.
Tiba-tiba Ibu Han Se menampar pipi Jung In dengan keras.
Ibu Han Se : Hanya karena aku bilang kau yang lucu,kamu pikir kamu dapat berperilaku dengan penghinaan seperti itu?Bukankah kamu mempertimbangkan warisan Han Se
ketika kamu mempertimbangkan pernikahan?
Jung In :Ketika menghadapi pernikahan, bukankah banyak faktor-faktor dipertimbangkan? Tapi biarkan aku meyakinkan kamu bahwa uang itu bukan alasan mengapa aku menikah dengannya.
Ibu Han Se : Kau keras kepala dalam kata terakhir, potongan kamu yang menjijikkan.Beberapa jam berlalu, kamu muncul dengan pria lain, dan berani mengamuk? Aku tidak bisa memberitahu kamu betapa leganya aku sampah yang
seperti kamu tidak berakhir di keluarga kami! Pertolongan besar.
Ibu Han Se masuk dan meninggalkan Jung In yang menangis. 
 Han Se ternyata melihat dari atas kamarnya tanpa melakukan apa-apa.
Tanpa Han Se tahu jika Hyun Soo tak sengaja melihatnya sebelum Han Se masuk ke dalam rumah. Lalu Hyun So melihat Jung In yang perlahan-lahan berjalan menuju ke arahnya  dengan gontai sambil menangis. Hyun Soo tak tega melihat Jung In yang menangis.
Hyun Soo :Masuklah.
Jung In tidak masuk ke dalam mobil, tapi melangkah pergi meninggalkan Hyun Soo.
Hyun Soo menemui Jung In yang sedang minum di tenda.
Hyun Soo :Mari kita pergi.
Jung In : kamu pergilah! Mengapa kau datang bersama, hanya untuk disalahpahami seperti itu?
Jung In memberi isyarat agar Hyun Soo pergi, tapi Hyun Soo malah duduk di depannya.
Hyun Soo : Lihat ini!.Minum tidak menyelesaikan apa-apa, dan keluargaku akan khawatir ketika mereka menemukan kamu hilang.
Jung IN : Kamu pikir aku dalam posisi memikirkan orang lain?
Hyun Soo : Bagi kamu, mereka mungkin orang lain, tetapi bagi aku, mereka keluarga berhargaku.
Jung In : Ahjumma, satu lagi botol Soju ke sini.
Hyun Soo : Jangan berikan itu padanya.Wanita ini tidak punya uang.
Jung In menunjukkan cincin kawinnya.
Jung In : Ahjumma, aku akan memberikan ini untuk botol Soju.
Hyun Soo :  Bukankah itu cincin pernikahan kamu?
Jung In : Aku...telah dibuang.
Hyun Soo : Jadi begitu.
Jung In : Pernikahan? Sumpah? Aku tidak membutuhkan salah satu dari mereka.Cinta atau apa pun ... mereka hanya kata-kata kosong.
Hyun Soo : bukankah itu “fair play”?
Jung In : Apa?
Hyun Soo :Dari apa yang aku kumpulkan, kekayaan keluarganya adalah pertimbangan dalam pernikahan itu.
Jung In :  Tidakkah kamu mempertimbangkan keuangan ketika kamu menikah?
Hyun Soo : Mengapa kamu katakan padaku?Berapa umurmu?
Bibi tenda datang dengan membawakan sebotol Soju pesanan Jung In yang langsung Jung In buka dan minum segelas sekali tegu. Hyun Soo hanya bisa melihatnya bahkan sampai menelan ludah. Hehehhee…
Jung In : Kau belum pernah menikah, kan?
Hyun Soo : Apa?
Jung In : Jika tidak, kamu tidak punya sesuatu untuk dikatakan.Saya tidak dalam situasi untuk mempertimbangkan usia dan penggunaan bahasa yang tepat.Ingin minum?
Hyun Soo tegas : Tidak, terima kasih. Aigoo, aku menyerah.
Jung In : Tolong beritahu Kakek untuk hidup panjang untuk ku. Sementara aku sendiri, aku hanya akan minum sendiri sampai mati.
Hyun Soo yang awalnya akan pergi,mendengar kata-kata Jung In, Hyun Soo kembali duduk menemani Jung In minum.

LANJUT KE PART 4